Keliling Kampus Dunia

Posted on October 9, 2009

23


Judul : Keliling Kampus Dunia: Petualangan Dua Mahasiswa ITB
Penulis : Erlangga Ibrahim & Fadel Muhammad
Penerbit : Grasindo
Tebal : xii – 200 hlm.

Di antara sekian buku mengenai traveling (perjalanan) yang pernah saya baca, buku ini termasuk favorit saya. Yang membedakannya dengan buku-buku sejenis adalah: buku ini mengambil topik khusus (keliling kampus-kampus tersohor dunia), kaya data, dan bahasa ungkap ala mahasiswa Indonesia era 70-an (karena setting perjalannnya juga 1975-1978 gitu) yang unik.

Erlangga Ibrahim dan Fadel Muhammad menceritakan perjalanannya yang dimulai dari negara-negara Jiran, seperti SIngapura, lanjut ke Malaysia, terus ke Thailand. Berikutnya, menyebrang ke Hongkong, Filipina, Taiwan, dan Jepang. Pembahasan yang dituangkan dalam Bab I dan II ini, merupakan reportase mereka yang dimuat di koran Kompas.

Selanjutnya, dengan mobil Mazda 323 hasil sponsorship dari perusahaan mobil asal Jepang, mereka pun berpetualang ke Eropa Barat, Timur Tengah, dan berakhir di Asia Selatan. Laporan perjalanan mereka yang dibahas di Bab III ini dimuat di Majalah M&M (Motor and Mobile) yang dipunyai oleh Erlangga Ibrahim sendiri.

Layaknya kisah-kisah traveling lainnya, buku ini mampu memikat saya. Meskipun saya sedikit jemu dengan banyaknya angka yang bertaburan, tapi ini membuktikan kumpulan catatan perjalanan ini digarap dengan serius. Belum lagi joke-joke yang segar ala 70-an, ala duo mahasiswa asal ITB Bandung ini. Saya sempat ngakak, ketika mereka merayu mahasiswi-mahasiswi asing di asramanya dengan menyanyikan lagu ‘Burung Kakak Tua’. “Mereka kan nggak paham artinya!” Hahaha…

Kejadian miris juga sempat menimpa mereka saat berada di Prancis. Mazda 323 mereka oleng dan berguling-guling di sebuah taman gara-gara Erlangga ngantuk saat menyupir. Perasaan mencekam juga mereka rasakan saat melintas tengah malam di tengah gurun tandus di Timur Tengah. Bagaimana mereka menabrak sapi di India, lalu serta-merta tancap gas melarikan diri.

Bagi penyuka kisah perjalanan, buku ini tidak boleh dilewatkan. Kaya pengetahuan (meski sudah obsolete, terutama mengenai kondisi kampus-kampus terkenal di luar negeri), menggelitik saraf tawa, memantik logika dan rasa miris, serta mengajarkan kemandirian secara tidak langsung.

Salut buat duo mahasiswa ITB pemberani yang saat ini juga telah menjadi ‘orang’!!!

Advertisements
Posted in: Uncategorized