Bloodline – Garis Darah

Posted on February 12, 2010

17


Roffe and Sons adalah sebuah perusahaan keluarga yang berbasis pada pembuatan obat-obatan dan beraset multi milyar dolar. Ketika dipimpin oleh Sam Roffe, perusahaan tersebut mengalami perkembangan yang sedemikian pesat. Kantor cabang tersebar di lebih dari seratus negara; pabrik-pabrik serta pusat research and development juga dibangun di berbagai benua.

Namun, kondisi mapan itu mulai goyah ketika Sam Roffe mengalami kecelakaan saat mendaki gunung di Mont Blanc yang berujung pada maut. Dunia gempar. Dewan direksi yang terdiri dari empat lelaki: Sir Alec Nicols, Walther Gaussner, Ivo Palazzi, dan Charles Martel, tak kalah tertekan. Mereka adalah para sepupu dari Elizabeth Roffe, sang pewaris tunggal.

Disebabkan oleh gendernya, keempat laki-laki yang menduduki jabatan dewan direksi dan pemimpin tertinggi Roffe and Sons di masing-masing negara, yakni Inggris, Jerman, Itali, dan Prancis, merasa keberatan dipimpin oleh Elizabeth. Apalagi Elizabeth masih terlalu ‘hijau’ dalam urusan perusahaan. Ditambah lagi dengan desakan-desakan dari masalah pribadi masing-masing anggota direksi agar saham-saham mereka dalam Roffe and Sons ditarik dan dijual ke umum.

Gejolak di dalam perusahaan pun semakin kompleks dengan meledaknya pabrik di Chili, laporan mengenai salah obat yang menimpa ratusan pengguna produk Roffe and Sons, serta ilmuwan periset ulung yang tewas dibunuh.

Semua permasalahan berkelit-kelindan dan bersimpul pada keselamatan Elizabeth sendiri. Demi menyelamatkan perusahaan, dia menempuh caranya sendiri: menikahi Rhys Williams, tangan kanan ayahnya.

Kehadiran detektif Max Hornung cukup berandil mengurai satu per satu benang kusut yang melilit Roffe and Sons.

***
Kekuasaan, percintaan, skandal, konspirasi, dan pembunuhan adalah tema khas Sidney Sheldon. Sewaktu SMA, saya pernah membaca salah satu novelnya (lupa judulnya apa). Akan tetapi, saya masih ingat bahwa cerita yang diangkat Sheldon tak jauh-jauh dari yang saya sebutkan di atas.

Membaca novel setebal 552 halaman ini membuat saya harus membuka, menutup, dan membuka kembali puluhan kali untuk melanjutkan napas pembacaan saya. Berat? Lumayan. Apalagi saya adalah tipe pembaca lambat.

Namun, saya bertekad untuk menyelesaikannya. Dan, energi yang saya keluarkan pun, rupanya impas dengan kenikmatan akhir yang saya dapatkan. Rasanya seperti menonton film beraroma thriller. Saya bernapas lega.

Harus saya akui bahwa Sheldon adalah pencerita ulung. Tokoh-tokohnya hidup. Aksi-aksi mereka detil. Perpindahan plot tidak membuatnya tergelincir. Sangat filmis.

Salut juga untuk penerjemahannya yang cantik. Sehingga saya paham apa itu ‘film-cekikan’.

Sepertinya saya harus membaca karya-karya Sheldon yang lain.

Judul : Bloodline (Garis Darah)
Penulis : Sidney Sheldon
Alih Bahasa : Threes Susilastuti
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Ketiga belas, Agustus 2009
Tebal : 552 hlm.

Advertisements
Posted in: Uncategorized