Travellous

Posted on April 5, 2012

25


Judul : Travellous
Penulis : Andrei Budiman
Penyunting : Ikhdah Henny
Penerbit : B-First
Cetakan : Pertama, Februari 2012
Tebal : viii + 240 hlm.
ISBN : 978-602-8864-48-0

Saya tidak menyesal membaca buku ini.

Travellous bukan sekadar cerita perjalanan anak muda asal Banjarmasin ‘menaklukkan’ benua biru, Eropa. Spirit buku ini terletak pada perjuangan meraih impian. Impian yang diremehkan oleh orang-orang sekitarnya. Namun, berbekal nyali yang tak pernah padam, ia akhirnya bisa menggapainya.

Adalah Andrei Budiman. Keinginannya mencapai Eropa besar sekali. Jelas, sebagai mahasiswa ‘kere’, ia takkan sanggup kalau melakukan perjalanan ala turis. Sebagai pencinta ilmu film, salah satu peluang baginya adalah pergi ke Eropa melalui beasiswa. Ia coba-coba melamar dan diterima ikut workshop perfilman di Universite Lumiere Lyon 2.

Biaya pendidikan dan akomodasi dibiayai, tapi tidak dengan transportasi ke sana. Bingung. Tapi, Andrei melakukan hal yang cerdas. Berangkat ke Eropa dari negeri jiran. Eh, ternyata sama saja harga tiketnya. Tapi, berkat kepiawaiannya dalam hubungan interpersonal, ia pun bisa mendapatkan tiket PP Malaysia – Frankfurt hanya 400 dollar AS. Setengah dari harga normal!

Kisah demi kisah pun bergulir. Antara euforia, khawatir, dan perasaan campur aduk lainnya. Namun, diteguhkan oleh Q.S. Al-Hujurat ayat 13, ia pun menjalani semuanya dengan penuh kehausan petualangan khas anak muda. Nekat, tapi ia diberondong oleh pengalaman demi pengalaman yang sungguh bikin saya iri.

Ada adrenalin yang terpacu selama membaca buku ini. Bagaimana Andrei, misalnya ia memulai hari pertamanya kerja demi mendapatkan biaya hidup sehari-hari. Ia kudu naik sepeda dan telat! Di perusahaan pun ia sempat-sempatnya diledekin oleh orang Belanda. Juga, bagaimana ia sempat muntah-muntah karena makan roti, keju, roti, keju. Perutnya ‘masih’ Indonesia sekali.

Saya pun tak bisa menahan tawa saat ia memperkenalkan diri di depan mahasiswa dari berbagai negara dan dijuluki Miss Indonesia. Hah? Miss Indonesia? Ia malu setengah mati. Tapi, itu awal yang bagus. Karena ia bisa tenar. Hahaha… Coba deh baca di halaman 75.

Dari kehidupan di kampus inilah, ia memulai sebagian besar kisah dalam buku ini. Cerita tentang persaingan di kelas, terutama antara The Big Four; kekonyolan yang ia bikin; dan yang paling seru tentu saja adalah kisah romansa Andrei Budiman dengan gadis-gadis Eropa dan Asia.

Andrei yang terlibat hubungan bitter sweet dengan Anne, Ling, Jules, juga gadis kota hujan berinisial F, mampu mengaduk-aduk emosi pembaca. Kisah tarik-ulur cinta dengan lika-likunya. Yang membuat spesial, tentu saja, karena berbumbu traveling.

Dengan gadis yang ia taksir, Jules, misalnya, Andrei sempat melakukan hitch-hiking bareng dari Swiss menuju Jerman. Beragam orang mereka temui sepanjang hitch-hiking, mulai dari supir yang melakukan pelecehan seksual – di mata Andrei – terhadap Jules saat tertidur, bertemu pesepeda yang memiliki kisah menakjubkan yang menjamu mereka makan enak padahal ia sendiri seorang musafir, bertemu supir konyol yang doyan mabuk selama nyetir, juga ditampung oleh keluarga di sebuah pedesaan gara-gara Jules sakit.

Bagaimana kisahnya dengan Ling dan gadis kota hujan berinisial F? Dari sekian gadis yang melingkupi hidupnya yang diceritakan dalam buku ini, pada siapa akhirnya Andrei menjatuhkan pilihan akhir?

Saya dibuat terharu, tertawa, sedih, senyum, kecewa, geram, marah, kagum, deg-degan, salut, dan ragam rasa lainnya selama membaca buku ini. Tuturan penulisnya amat lancar. Saya sempat berpikir begini, “Penulisnya beruntung sekali dianugerahi pengalaman mengasyikkan begini sekaligus bakat menulis yang bagus.” Saya amat setuju dengan endorsement Gol A Gong: “Membaca buku Travellous, saya tertawa terbahak-bahak. Teknik menulis catatan perjalanan dengan gaya fiksi populer membuat saya betah membacanya. Asyik!”

Travellous adalah sebuah buku reinkarnasi. Saya mengatakan demikian karena edisi yang saya baca ini pernah diterbitkan secara indie oleh Andrei. Sambutan yang pedih pada awalnya hingga meriah pada ujungnya, membuat buku ini dilirik oleh B-First, lini Bentang Pustaka. Kisah yang menggugah tentang perjalanan buku ini, bisa Anda baca selengkapnya di https://www.facebook.com/note.php?note_id=10150374900997769.

Travellous. Lost in Europe, found a love!!!

Advertisements
Posted in: Uncategorized