Menguak Dolly dari Sisi Psikologi

Posted on September 6, 2014

0


existere

Judul Buku          : Existere

Penulis                 : Sinta Yudisia

Penerbit              : Lingkar Pena

Cetakan               : Pertama, Juni 2010

Tebal                     : 382 halaman

ISBN                      : 978-602-8436-97-7

 

       Kemiskinan sering kali jadi penyebab seseorang terlibat dalam dunia pelacuran. Demikianlah yang dialami oleh Jamila. Kesulitan ekonomi keluarganya di Tegal, memaksanya pergi ke Surabaya untuk mencari penghasilan yang lebih baik. Alih-alih mendapat kerja yang sesuai dengan keterampilannya, ia justru termakan rayuan Jean – pelacur profesional yang kini jadi mucikari – untuk menjadi pelacur di Dolly.

                Milla – panggilan akrab Jamila – berhasil disulap oleh Jean menjadi primadona. Banyak petinggi dan pejabat teras yang menjadi langganannya. Namun, akhirnya ia bertekuk lutut menjadi wanita simpanan seorang pengusaha kaya bernama Waluyo.

                Waluyo memiliki putri bernama Almaida. Istrinya alias mama Almaida memiliki watak penguasa. Waluyo merasa tidak mampu mengimbangi langkah istrinya. Demikian pula Almaida yang lamban dalam berpikir, merasa hidup di bawah bayang-bayang cantik dan sukses mamanya. Dua manusia yang tertekan oleh sosok ratu dalam rumah tangga ini akhirnya lebih akrab berhubungan dengan Milla.

                Sementara itu, tokoh perempuan utama ketiga dalam novel ini adalah Qoshiratu Thorfi – akrab dipanggil Ochi. Ia pintar, cantik, putri semata wayang pasangan yang kaya, dan memiliki perangai yang royal. Jiwa sosialnya yang tinggi mendorongnya untuk mendirikan DeL, the Dream Land, rumah bagi orang-orang terbuang. Bersama suaminya, Yassir, ia merintis pembangunan yayasan sosial tersebut. Meski bahagia karena mampu berbagi dengan sesama, namun ada satu hal yang kurang dari diri Ochi. Hingga usia perkawinan yang menginjak angka 7 tahun, ia belum juga dikaruniai anak.

                Di sisi lain, Ochi mempunyai teman kuliah sekaligus sahabat bernama Vanya. Di balik penampilannya, tak ada yang menyangka kalau ia seorang penari striptease yang mau tidak mau akhirnya menyeret dia ke dalam dunia kelam pelacuran. Vanya berkali-kali hamil dan sempat melahirkan bayi perempuan yang tumbuh dengan keterbelakangan mental. Pada kehamilan kesekian kalinya yang telah mencapai usia kandungan cukup tua, Vanya pun berniat menitipkan bayinya pada Ochi dan Yassir. Alasannya, ia ingin fokus membesarkan anak pertamanya.

                Ochi senang, tidak demikian dengan Yassir. Suaminya ini justru terombang-ambing antara kesetiaan dan keinginannya menolong Vanya keluar dari lembah permasalahan. Sementara, Vanya pun diam-diam menaruh hati pada Yassir.

         Bagaimana Ochi menata hati menghadapi ironi yang terbentang lebar di depannya? Mampukah ia menahan Yassir untuk tidak menjadikan Vanya sebagai istri kedua? Siapa tokoh yang hadir sebagai penopang rumah tangga Ochi yang hampir roboh? Hal apa yang menghubungkan antara Mila, Almaida, dan Ochi?  

                Existere bercerita tentang hiruk-pikuk kehidupan di Dolly. Kawasan pelacuran terbesar di Asia Tenggara ini mampu dituangkan oleh Sinta Yudisia tanpa harus menyajikan hal-hal profan dan banal. Pembaca tidak akan menemukan adegan seks yang menjijikkan sebagaimana ekspektasi awal. Kekuatan bahasa yang dimiliki oleh penulis peraih Anugerah Pena FLP (2009) ini mampu meramu dan membungkus hal-hal saru tersebut dalam koridor yang bisa diterima bahkan oleh pembaca remaja.

                Riset bertahun-tahun yang dilakukan penulis sebagaimana tertuang dalam Catatan Penulis juga telah berhasil memanusiakan para pekerja seks komersial ini. Penulis tidak asal menyudutkan posisi mereka sebagaimana khalayak, namun justru menggali sisi-sisi humanis, psikologis, dan sosial yang selama ini mungkin kurang diketahui pembaca. Kendati ini fiksi yang mana penulis tidak bisa menghindari penciptaan adegan-adegan dramatis, namun hal itu tertuang dalam kadar yang tidak berlebihan. Ditambah latar belakang penulis yang mahasiswi S-2 psikologi di sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya, menambah tabungan pengetahuan pembaca akan istilah-istilah psikologi yang menarik dicermati.

                Latar tempat-tempat di Surabaya, seperti Wonokromo, Jagir, Karang Menjangan, Galaxy, Wonorungkut, dan Putat Jaya di mana Dolly berada, membuat novel ini memiliki tingkat proksimitas – kedekatan – yang tinggi bagi penulis yang berdomisili di Surabaya. Sehingga, novel setebal tiga ratus delapan puluh dua halaman ini pun penulis baca tanpa tersendat-sendat.

                Kendati tema dan gaya penulisan menarik, namun novel ini pun tak lepas dari hal-hal klise. Ending kisah dalam novel ini mau tidak mau mengingatkan penulis pada Ayat-Ayat Cinta-nya Kang Abik. Sama-sama mengangkat isu poligami, tapi dengan eksekusi yang berbeda. Ending terbuka juga dipilih oleh penulis dengan membiarkan nasib Almaida dan Milla menggantung. Jadi, hanya kisah Ochi, Yassir, dan Vanya saja yang diselesaikan. Dugaan penulis, ini salah satu bentuk penghormatan Sinta Yudisia terhadap kecerdasan pembaca.      

                Jika Anda bertanya-tanya mengenai arti Existere yang dijadikan sebagai judul novel ini, silakan temukan jawabannya di bagian terakhir novel bersampul menawan ini.    

 

*Resensi ini dimuat di Majalah Walida edisi Februari – Maret 2012.

Advertisements
Posted in: Uncategorized